Jumat, 24 Januari 2014

Sebuah Mimpi dan Harapan...

              Dulu, cita cita saya adalah sesuatu harapan yang terucap dari mulut ibu saya. Ibu saya bialng jadi guru aja, enak, apalagi guru di jakarta. Jadi bidan aja, jadi dokter lah dan lain-lain. Semakin dewasa saya semakin menatap diri ini, kamu mau seperti apa nantinya, Nurul?. Saya pun tidak tahu. Saya kuliah masuk departemen Biologi FMIPA di IPB, awalnya saya menyadari bahwa saya punya daya ketertarikan dengan lingkungan sekitar dan makhluk hidup. Ketika saya lulus, dunia terasa berwarna kelabu. Bagi saya mencari kerja itu ‘gampang gampang susah’. Gampang dalam arti, saya merasa punya ‘modal’ untuk menjadi qualified di suatu perusahaan, dari mulai background pendidikan, ipk, komunikasi dll. Sulitnya adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan ‘passion’, minat, hati nurani, dimana sesulit apapun masalah pekerjaan saya nantinya akan dijalani dengan senang hati karena memang sesuai dengan apa yang diinginkan. Nah, inilah membuat saya bertanya. Passion saya apa? Di bidang apa? Dimana ‘kekuatan terbesar ‘ saya?.
                Suatu waktu dalam jangka yang cukup panjang, saya merasa menjadi manusia yang paling ’galau’ dan labil. Akan kemana lagi kah langkah kaki ini berpijak, ke tempat pekerjaan yang seperti apalagi yang akan saya jalani. Semua pertanyaan bermunculan di benak saya. Dalam doa pun saya hanya minta yang terbaik dari sekian jenis pekerjaan terbaik yang ada di hadapan saya. Ketika itu pun saya memutuskan untuk pergi ke toko buku terbesar se Asia tenggara untuk mencari inspirasi dan sekedar refreshing otak sambil hang out bareng teman. Entah kenapa saya amat sangat ‘interest’ di buku-buku jenis traveling, dari mulai The Naked Traveler nya Trinity, The Jilbab Travelernya Asma Nadia dll.
 ‘Enak kali yaah kalo bisa kerja sambil jalan2, keliling Indonesia kek atau keliling luar negeri, kayaknya berasa out of the box banget, bisa kerja di luar ruangan segi empat yang kaku itu’. Saya pun mulai bermimpi akan hal tersebut. Mimpi dan doa. Yah, itulah kekuatan terbesar saya yang dapat saya lakukan. Di pagi siang sore dan sepertiga malam Nya senantiasa doa ini dilantunkan, sabar dan ikhlas dalam menjalani proses hidup saya lakukan. Tiba suatu pagi hari saya melihat hp ada 13 kali miscall dari seorang teman lama ketika sekolah. ‘ada apa yah?’pikirku. saya pun menelfon kembali. And can you guess that?!. Teman saya ini adalah teman lama saya ketika masih duduk di bangku SMA, namun kami berbeda sekolah lebih tepatnya teman se ce es an di tempat les dahulu. Dia bertanya dalam telfon tersebut. Kamu udah dapet kerjaan lagi belum? Nih aku lagi disuruh nyari orang yang backgroundnya pertanian, ada project di NTB tentang bioenergi dari tanaman jagung. Penempatan disana setahun, dapat tempat tinggal, makan, kendaraan dan gaji yang cukup. Tiap 3 bulan sekali dapat cuti 2 minggu untuk pulang atau sekedar jalan2. Seketika itu pun saya langsung sumringah mendengar kabar itu. Saya merasa Allah benar2 Maha Mendengar doa2 yang selama ini saya ucapkan. Subhanalloh Maha suci Allah SWT. Hari itu pula saya dijadwalkan interview di kantornya di daerah Roxy, hujan lebat mengguyuri kota Jakarta seharian. Saya hanya bisa berdoa dan berdoa, semoga hujan ini membawa berkah dan hikmah. Ya Allah jika memang ini adalah rejeki yang terbaik untuk saya, kumohon mudahkanlah segala sesuatunya. Amiinnnn Ya Robbal Aalamiinn. Jabbahkanlah Ya Allah, semoga bukan hanya sekedar kabar angin semata, tetapi juga menjadi kabar baik dan kabar positif serta menjadi hadiah spesial di awal tahun 2014 ini. Amin Allohumma Amiin.

Harapan ddan doa memang tidak terlihat, namun keduanya membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jangan takut bermimpi, berkhayal, dan berharap. Karena segala sesuatu jika diniatkan dan dilakukan dengan baik, insya Allah pasti terwujud. Rejeki itu akan selalu datang dari arah yang tidak terduga tanpa disangka, dari celah yang mungkin tidak terlihat. Inilah yang membuat saya senantiasa mensyukuri nikmat-Nya. “Nikmat mana lagi kah yang dapat kau dustakan?!”

Babi: Mestinya Umat Islam yang Paling Peduli

Tulisan ini saya buat sebagai hasil resume dari salah satu buku koleksi  pribadi yang saya miliki berjudul  ‘Teknologi Rekayasa Genetika Edisi Kedua’ karangan Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA. Dalam sebuah sub bab tentang Babi, dipaparkan secara ilmiah haramnya babi dikarenakan genotipe babi identik dengan genotipe manusia dan akan banyak babi yang terkontaminasi gen manusia akibat kloning babi secara massal guna untuk penelitian transplantasi organ tubuh manusia di sebuah negara Asia yang tingkat kependudukannya paling padat.
            Ketika flu burung merebak di Indonesia, ternak babi juga ikut dimusnahkan karena babi merupakan media perantara virus tersebut untuk menginfeksi manusia. Akibatnya banyak kematian pada manusia. Teori menyebutkan bahwa virus dari ayam dan dari manusia masuk ke dalam sel babi. Di dalam sel babi ini, kedua virus tersebut membentuk virus berstruktur baru yang mampu mematikan manusia. Dengan dalil ini, ratusan babi di suatu kawasan di Tangerang dimusnahkan.  Untungnya pemusnahan ternak babi hanya terhenti di situ.
            Setelah itu muncul lagi flu babi di Meksiko, dan menyebar ke benua Amerika dan Eropa. Dari hasil pengamatan terhadap virus tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa virus yang mendunia dengan cepat tersebut bukan virus yang berasal dari babi. Oleh karena itu, penyebutan flu babi akhirnya dirubah menjadi virus influenza A (H1N1). Ketika babi dituding sebagai penyebar virus tersebut, salah satu pemerintan di negara Afrika memerintahkan agar seluruh ternak babi dimusnahkan saja. Untungnya, hal itu tidak terjadi karena menuai banyak protes dari para peternak babi.
            Terakhir, vaksin meningitis ditengarai mengandung enzim dari ternak babi. Karena temuan ini, banyak calon jemaah haji ragu2 dan ada pula yang mengusulkan agar ibadah haji tahun ini ditunda sampai ada vaksin meningitis yang bebas dari komponen babi.  Pro kontra pun merebak tentang vaksin meningitis yang memang harus diberikan kepada semua orang yang berkunjung ke negara Saudi Arabia ini.
            Pemberitahuan babi selalu seru, ramai, dan tak jarang menjadi sangat emosional karena hewan ini haram hukumnya untuk dimakan. Namun demikian, ayam tiren (mati kemarin) atau bangkai ayam yang beredar pada saat menjelang hari raya Idul Fitri tidak terlalu seru perdebatannya. Padahal bangkai ayam ini juga haram hukumnya untuk dimakan. Apalagi tentang transusi darah dari manusia ke manusia. Ini juga tidak diributkan sama sekali, padahal darah juga haram hukumnya untuk dimakan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran khususnya surat An-Nahl ayat 115, Al An’aam 145, Al Maidah 3, dan Al Baqarah 173. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiayanya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An Nahl 115)”.
            Dalam suatu diskusi panel di Fakultas Peternakan IPB tanggal 5 September 2009. Dr. Drh. Hasim ahli biokimia IPB menekankan bahwa haram yang dimaksudkan dalam ayat-ayat tersebut di atas adalah ‘untuk dimakan’ sebagaimana dituliskan secara jelas dalam ayat di atas. Artinya, menurut Dr. Hasim yang juga Dekan Fakultas MIPA IPB, darah, bangkai, dan daging babi yang diharamkan untuk dimakan belum tentu diharamkan untuk digunakan bagi keperluan lain sepanjang memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia. Kegunaan untuk apa itu? Ini yang menjadi tugas ilmuwan muslim untuk mencari dan mempelajarinya secara komprehensif.
TRANSFUSI DARAH
            Demi kemuliaan manusia, manusia tidak diperbolehkan memakan makanan kotor dan najis. Walaupun tidak dinyatakan dalam Al Quran bahwa daging manusia haram untuk dimakan, sangat jelas bahwa memakan daging manusia adalah haram hukumnya. Hanya orang gila yang mau makan daging manusia. Yang menyedihkan di Indonesia ada orang yang mau makan daging mayat manusia. Yang jelas, apapun komponen yang berasal dari jasad manusia tentunya haram untuk dimakan.
            Namun demikian, kenyataannya, darah manusia telah lama digunakan dalam dunia kesehatan. Darah manusia sehat, melalui proses transfusi, dimasukkan ke dalam tubuh manusia lain yang sakit dan memerlukan darah. Ini yang mungkin dimaksud Dr. Hasim yang juga seorang ustadz, bahwa darah manusia yang haram hukumnya untuk dimakan belum tentu haram juga untuk ditransfusikan ke manusia lain yang memerlukannya karena terbukti membawa kesejahteraan jutaan umat manusia di atas bumi ini sampai saati ini. Mengapa kegiatan transfusi darah ini tidak diperdebatkan hingga saat ini?
VAKSIN MENINGITIS
            Meningitis adalah radang membran pelindung sistem saraf pusat. Menurut berbagai sumber, penyakit ini dapat disebabkan oleh mikoorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Ini merupakan penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian. Virus, bakteri, jamur atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak merupakan kasus meningitis. Pada tahun 1996, 250 ribu orang di belahan benua Afrika dari Senegal di barat sampai Ethiopia di timur terkena penyakit meningitis ini dengan 25 ribu korban jiwa. Oleh karena itu, setiap orang yang berpergian ke wilayah benua Afrika termasuk jazirah Saudi Arabia harus divaksin agar terhindar dari penyakit meningitis yang mematikan itu.
            Ternyata diketahui bahwa vaksin meningitis yang akan diberikan kepada semua calon jemaah haji tahun 2009 ini mengandung komponen babi berupa enzim. Namun demikian, dari penelusuran di internet, ada juga vaksin yang dibuat tanpa meggunakan enzim dari babi atau enzim dari ternak lainnya. Yang jelas, prinsip pembuatan vaksin itu sendiri sebenarnya sederhana dan memang tidak harus menggunakan enzim babi.
            Jika memang enzim babi digunakan dalam pembuatan vaksin untuk alasan agar lebih efektif hasilnya terhadap upaya pencegahan penyakit meningitis, mestinya hal ini perlu disyukuri. Enzim babi dan darah manusia sama sama haram dimakan. Enzim babi dan darah manusia juga sama sama dimasukkan ke dalam tubuh manusia untuk keselamatan manusia. Lalu mengapa penggunaan enzim babi  dalam pembuatan vaksin meningitis sangat disesalkan, sedangkan penggunaan darah manusia tidak dipermasalahkan?

            Semua makhluk hidup ciptaan Tuhan YME di dunia ini, termasuk ternak babi tentunya memberi makna dan manfaat yang besar bagi kesejahteraan manusia. Jika dinyatakan dalam ayat Al Quran di atas bahwa daging babi diharamkan untuk dimakan, bukan berarti ternak babi harus dijauhi, dimusuhi dan bahkan dimusnahkan. Sebaliknya, kita umat Islam seharusnya harus menggali lebih dalam lagi tentang rahasia besar apa yang ada dibalik pengharaman memakan daging babi tersebut. 

JENDELA MATA HATI

       Ibarat sebuah jendela, ketika ditutup maka udara di dalam ruangan akan menjadi pengap, sedangkan ketika dibuka ‘Hhmm..segarrrr’, udara segar pun masuk diiringi pertukaran udara yang pengap dari dalam ke luar ruangan. Mata dan hati merupakan komponen penting dalam memulai suatu tulisan, ‘jeli’ dalam melihat dan peka’nya perasaan hati akan mampu menggelitik seseorang untuk beropini. Sebagian orang hanya bisa berucap ‘ngemeng ga jelas’ (tanpa menulis), namun bagi seorang penulis perlu menggali lebih dalam segala sesuatu hal tersebut untuk diucap. Ya, itulah sedikit perbedaannya.
“Tingkat kecerdasan seseorang dapat diukur dengan melihat sejauh mana kelancaran dia berbahasa lisan dan berbahasa tulis”.
“Menulis dan membaca merupakan dua elemen yang saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan. Menulis tanpa membaca ibarat orang buta yang sedang berjalan sedangkan membaca tanpa menulis ibarat orang yang pincang”.-Ahmadi Sofyan-
“Tidak ada sebuah karya yang jelek, yang jelek adalah jika tidak memiliki karya, lebih jelek lagi adalah orang yang tidak memiliki karya tapi menjelek-jelekan karya orang lain”, So, berkaryalah teman. Gali lebih dalam apa potensi diri kalian. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki potensi. Semuanya memiliki, namun banyak yang tidak menyadari dan tidak mengasahnya dengan baik. 
Banyak orang yang ragu akan tulisan pribadinya untuk dibaca dan dikonsumsi secara publik (apalagi kalau tulisan tangan, takut jelek lah, takut dibaca karakternya mungkin), tapi secara tidak sadar banyak orang yang menjadi rajiiin banget menulis di status pribadinya. Ini menjelaskan alasan pentingnya menulis, karena dengan menulis hati menjadi lebih ‘plong’, segala uneg2 perasaan dapat dikeluarkan. Lain halnya dengan bercerita atau curhat ke orang terdekat atau orang lain, tidak semua orang bisa dengan lancarnya bercerita kehidupannya dengan orang lain(mungkin karena takut dikritik atau pemalu dsb),.. sedangkan menulis tidak akan banyak orang yang akan kritik atau komen, iya kan?! (kecuali menulis di medsos yaaa..tapi bisa aja ko disunting/diedit sama yang empunya?!).

Menurut saya menulis itu mudah, namun diperlukan ‘mood’ untuk memulainya, dan ‘mood’ itu perlu dilatih ibarat orang ingin lulus sekolah ya harus belajar yang tekun. “Tulislah apapun yang dapat ditulis dan janganlah menulis apa yang diinginkan “(Sudarmaji, S.Pd). Modal utama untuk seorang penulis diantaranya ialah dengan banyak membaca buku/media lainnya sebanyak mungkin, berdiskusi dengan orang2, serta pengalaman seseorang dimana saja. Sedangkan manfaat dari menulis ialah mengembangkan kemampuan intelektual seseorang, membuat lebih percaya diri dan mandiri serta lebih ‘open minded’ dalam memandang suatu perkara. So...menulislah!!