Ibarat sebuah jendela, ketika ditutup maka udara di dalam ruangan akan
menjadi pengap, sedangkan ketika dibuka ‘Hhmm..segarrrr’, udara segar pun masuk
diiringi pertukaran udara yang pengap dari dalam ke luar ruangan. Mata dan hati
merupakan komponen penting dalam memulai suatu tulisan, ‘jeli’ dalam melihat
dan peka’nya perasaan hati akan mampu menggelitik seseorang untuk beropini.
Sebagian orang hanya bisa berucap ‘ngemeng ga jelas’ (tanpa menulis), namun
bagi seorang penulis perlu menggali lebih dalam segala sesuatu hal tersebut
untuk diucap. Ya, itulah sedikit perbedaannya.
“Tingkat kecerdasan seseorang dapat diukur dengan melihat sejauh mana
kelancaran dia berbahasa lisan dan berbahasa tulis”.
“Menulis dan membaca merupakan dua elemen yang saling mendukung dan
tidak dapat dipisahkan. Menulis tanpa membaca ibarat orang buta yang sedang
berjalan sedangkan membaca tanpa menulis ibarat orang yang pincang”.-Ahmadi
Sofyan-
“Tidak ada sebuah karya yang jelek, yang jelek adalah jika tidak
memiliki karya, lebih jelek lagi adalah orang yang tidak memiliki karya tapi
menjelek-jelekan karya orang lain”, So, berkaryalah teman. Gali lebih dalam apa
potensi diri kalian. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki
potensi. Semuanya memiliki, namun banyak yang tidak menyadari dan tidak
mengasahnya dengan baik.
Banyak orang yang ragu akan tulisan
pribadinya untuk dibaca dan dikonsumsi secara publik (apalagi kalau tulisan
tangan, takut jelek lah, takut dibaca karakternya mungkin), tapi secara tidak
sadar banyak orang yang menjadi rajiiin banget menulis di status pribadinya.
Ini menjelaskan alasan pentingnya menulis, karena dengan menulis hati menjadi
lebih ‘plong’, segala uneg2 perasaan dapat dikeluarkan. Lain halnya dengan bercerita atau curhat
ke orang terdekat atau orang lain, tidak semua orang bisa dengan lancarnya
bercerita kehidupannya dengan orang lain(mungkin karena takut dikritik atau
pemalu dsb),.. sedangkan menulis tidak akan banyak orang yang akan kritik atau
komen, iya kan?! (kecuali menulis di medsos yaaa..tapi bisa aja ko
disunting/diedit sama yang empunya?!).
Menurut saya menulis itu mudah, namun
diperlukan ‘mood’ untuk memulainya, dan ‘mood’ itu perlu dilatih ibarat orang
ingin lulus sekolah ya harus belajar yang tekun. “Tulislah apapun yang dapat
ditulis dan janganlah menulis apa yang diinginkan “(Sudarmaji, S.Pd). Modal
utama untuk seorang penulis diantaranya ialah dengan banyak membaca buku/media
lainnya sebanyak mungkin, berdiskusi dengan orang2, serta pengalaman seseorang
dimana saja. Sedangkan manfaat dari menulis ialah mengembangkan kemampuan
intelektual seseorang, membuat lebih percaya diri dan mandiri serta lebih ‘open
minded’ dalam memandang suatu perkara. So...menulislah!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar