Jumat, 24 Januari 2014

JENDELA MATA HATI

       Ibarat sebuah jendela, ketika ditutup maka udara di dalam ruangan akan menjadi pengap, sedangkan ketika dibuka ‘Hhmm..segarrrr’, udara segar pun masuk diiringi pertukaran udara yang pengap dari dalam ke luar ruangan. Mata dan hati merupakan komponen penting dalam memulai suatu tulisan, ‘jeli’ dalam melihat dan peka’nya perasaan hati akan mampu menggelitik seseorang untuk beropini. Sebagian orang hanya bisa berucap ‘ngemeng ga jelas’ (tanpa menulis), namun bagi seorang penulis perlu menggali lebih dalam segala sesuatu hal tersebut untuk diucap. Ya, itulah sedikit perbedaannya.
“Tingkat kecerdasan seseorang dapat diukur dengan melihat sejauh mana kelancaran dia berbahasa lisan dan berbahasa tulis”.
“Menulis dan membaca merupakan dua elemen yang saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan. Menulis tanpa membaca ibarat orang buta yang sedang berjalan sedangkan membaca tanpa menulis ibarat orang yang pincang”.-Ahmadi Sofyan-
“Tidak ada sebuah karya yang jelek, yang jelek adalah jika tidak memiliki karya, lebih jelek lagi adalah orang yang tidak memiliki karya tapi menjelek-jelekan karya orang lain”, So, berkaryalah teman. Gali lebih dalam apa potensi diri kalian. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki potensi. Semuanya memiliki, namun banyak yang tidak menyadari dan tidak mengasahnya dengan baik. 
Banyak orang yang ragu akan tulisan pribadinya untuk dibaca dan dikonsumsi secara publik (apalagi kalau tulisan tangan, takut jelek lah, takut dibaca karakternya mungkin), tapi secara tidak sadar banyak orang yang menjadi rajiiin banget menulis di status pribadinya. Ini menjelaskan alasan pentingnya menulis, karena dengan menulis hati menjadi lebih ‘plong’, segala uneg2 perasaan dapat dikeluarkan. Lain halnya dengan bercerita atau curhat ke orang terdekat atau orang lain, tidak semua orang bisa dengan lancarnya bercerita kehidupannya dengan orang lain(mungkin karena takut dikritik atau pemalu dsb),.. sedangkan menulis tidak akan banyak orang yang akan kritik atau komen, iya kan?! (kecuali menulis di medsos yaaa..tapi bisa aja ko disunting/diedit sama yang empunya?!).

Menurut saya menulis itu mudah, namun diperlukan ‘mood’ untuk memulainya, dan ‘mood’ itu perlu dilatih ibarat orang ingin lulus sekolah ya harus belajar yang tekun. “Tulislah apapun yang dapat ditulis dan janganlah menulis apa yang diinginkan “(Sudarmaji, S.Pd). Modal utama untuk seorang penulis diantaranya ialah dengan banyak membaca buku/media lainnya sebanyak mungkin, berdiskusi dengan orang2, serta pengalaman seseorang dimana saja. Sedangkan manfaat dari menulis ialah mengembangkan kemampuan intelektual seseorang, membuat lebih percaya diri dan mandiri serta lebih ‘open minded’ dalam memandang suatu perkara. So...menulislah!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar